Dalam bidang Geospasial bisa dikatakan kita akan selalu bekerja dengan peta, yang mana umumnya peta merupakan gambaran dari suatu objek atau lokasi tertentu di permukaan bumi atau bawah permukaan bumi yang diperkecil menurut skala tertentu dan digambar diatas bidang datar dengan sistem proyeksi tertentu.

Gambar 1 – Infografis ‘Berapa Keliling Bumi ?’

Untuk memahami bidang geospasial dengan lebih jelas, alangkah lebih baik bila kita mengenal terlebih dahulu objek yang digambarkan ke dalam peta itu sendiri, yaitu bumi. ‘Bagaimana objek di bumi yang memiliki ukuran besar bisa dipetakan ke dalam suatu kertas berukuran kecil dengan akurasi yang sesuai dengan aslinya ?’ adalah pertanyaan dasar yang perlu di pahami oleh para pegiat di bidang geospasial.

Bumi, planet ketiga dari matahari adalah planet terbesar kelima di tata surya, hanya planet Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus yang lebih besar. Bumi adalah planet terbesar di tata surya bagian dalam, lebih besar dari Merkurius, Venus, dan Mars. Tapi sebenarnya seberapa besar Bumi ?

Berdasrkan pada riset NASA, disebutkan bahwa Jari-jari bumi di ekuator (katulistiwa) adalah 6.378,137 km sedangkan radius terhadap kutub bumi adalah 6.356,752 km.  

Rotasi planet menyebabkan bentuk bumi tidak bulat sempurna, terjadi pembengkakan di wilayah ekuator yang mengakibatkan terdapat perbedaan jarak antar ekuator dan kutub dari pusat bumi. Terdapat selisih perbedaan sebesar 21,385 Km.

Dengan mengacu pada nilai-nilai tesebut, didapat lingkar ekuator bumi berkisar 40.075.017 km. Sedangkan dari kutub ke kutub (keliling meridional) bumi berjarak sekitar 40.007,86 km.

Dalam satuan derajat keliling bumi adalah 360°, yang mana (derajat) adalah 60′ (menit) dan satu menit adalah 60” (detik), sehingga diketahui merupakan 3600”.

Jika mengacu pada nilai lingkar ekuator bumi maka dapat diketahui juga ukuran atau jarak bumi dari setiap derajat, menit, dan detik dalam koordinat Geografis. Berikut perhitungannya :

Gambar 2 – Konversi Derajat ke Meter

Dari hasil perhitung tersebut, sekarang kita mengetahui jarak dari setiap satuan derajat bilamana di konversi ke dalam satuan meter atau kilometer yang umum kita gunakan dalam keseharian.

Namun untuk proses lebih jauh, seperti menggambarkan objek di bumi ke dalam peta kita memerlukan pemahaman lebih, seperti Sistem Projeksi, Sistem Koordinat, Datum, dan hal lainnya yang akan berpengahru terhadap kesesuaian akan peta itu sendiri.

Referensi :