Pada kesempatan ini kami akan membagikan cara untuk membuat peta kemiringan lereng dari data Digital Elevation Model (DEM) dengan menggunakan software ArcGIS versi 10.1.
Bahan yang diperlukan untuk kegiatan ini diantaranya :
  • DEM Model SRTM resolusi 30 meter (Dapat menggunakan model lainnya semisal AsterGDEM)
  • Area Pemotong format vektor yang akan digunakan untuk memotong Raster (Dapat berupa area kabupaten, provinsi, ataupun negara)
Dalam kegiatan ini, daerah yang akan dibuat peta kemiringan lereng, adalah daerah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Jalankan program ArcMap, panggil data DEM dan area Pemotong yang sebelumnya sudah dipersiapkan.
Overlay DEM dan Area Pemotong
Gambar 1 – Overlay DEM dan Area Pemotong
Kemudian potong DEM dengan area pemotong, caranya masuk ke ArcToolbox, kemudian pilih Spatial Analyst Tools>Extraction>Extract By Mask.
Extract By Mask
Gambar 2 – Extract By Mask

Lalu tentukan raster yang akan di potong dan area pemotongnya. Sehingga hasilnya kurang lebih akan seperti berikut :

DEM yang sudah dipotong
Gambar 3 – DEM yang sudah dipotong
Apabila menggunakan data kontur, sebelumnya kontur tersebut harus dikonversi terlebih dahulu menjadi format raster dengan cara masuk ke ArcToolbox, piih 3D Analyst Tools>Raster Interpolation>Topo to Raster. Kemudian ikuti langkah-langkah berikutnya.
Selanjutnya buat kemiringan lerengnya dengan masuk ke ArcToolBox, pilih 3D Analyst Tools>Raster Surface>Slope. Sehingga akan terbentuk raster baru dengan tampilan berdasarkan kemiringan lereng. Akan tetapi kelas kemiringan lereng tersebut belum sesuai dengan yang di inginkan, oleh karena itu berikan kelas sesuai dengan yang di inginkan, dengan menggunakan pedoman yang sudah ada seperti Van Zuidam, Arsyad, USSSM, USLE, dan masih banyak lagi. Dalam kegiatan ini digunakan pedoman Penyusunan Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah tahun 1986, dengan ketentuan sebagai berikut :
Kelas Kemiringan Lerang
Gambar 4 – Kelas Kemiringan Lereng

Cara untuk menentukan kelas kemiringan tersebut, masuk ke properties>symbology>Classified>Classify. Tentukan jumlah kelas yang di inginkan, bila mengikuti pedoman yang digunakan dalam kegiatan ini, berarti gunakan 5 kelas, lalu masukan persentase kelas seperti gambar tabel di atas di dalam break values. (jangan lupa klik icon % sehingga muncul angka 100 di akhir persentase). Perhatikan gambar berikut :

Memasukan Kelas Kemiringan
Gambar 5 – Menentukan Kelas Kemiringan
Untuk melakukan klasifikasi dapat juga dilakukan dengan masuk ke ArcToolbox>3D Analyst Tools>Raster Reclass>Reclassify. Hasil dari klasifikasi tersebut akan seperti berikut :
Kemiringan Lereng
Gambar 6 – Kemiringan Lereng

Apabila akan dilakukan analisis lanjut, maka sebaiknya konversi data raster kemiringan lereng menjadi format vektor, caranya menggunakan tools yang berada di dalam ArcToolbox>Cconversion Tools>From Raster>Raster to Polygon. lalu lakukan analisis lanjutan, seperti menghitung luasan per kelas kemiringan.

Agar tampilan peta lebih menarik, buat tampilan hillshade dari data DEM yang sebelumnya sudah di potong. Caranya dapat di lihat di artikel berikut :
Hasilnya kurang lebih seperti berikut :
Hillshade
Gambar 7 – Hillshade
Tempatkan layer hillshade di bawah layer Kemiringan Lereng, lalu berikan nilai transparansi terhadap layer Kemiringan Lereng agar efek Hillshade dapat terlihat. Lalu buat layout dari hasil pembuatan peta Kemiringan Lereng tersebut, berikan efek seni untuk membuat layout sesuai dengan yang di inginkan. Dan berikut hasil layout sederhana buatan kami :
Peta Kemiringan Lereng Kab.Ciamis
Gambar 8 – Peta Kemiringan Lereng Kab.Ciamis
Untuk lebih memahami proses pembuatan Peta Kemiringan Lereng di atas, seluruh tahapan dapat dilihat juga pada video berikut :